Jepara, 23 Juli 2026. Kami tidak hanya memperingati Hari Anak Nasional. Kami merayakan potensi, kreativitas dan keberaniannya. Di Sekolah Disleksia TDC Jepara, peringatan Hari Anak adalah pengingat bagi kami semua:
Bahwa pendidikan inklusif bukan tentang menyamakan. Tapi tentang memfasilitasi.
Bagaimana kami merayakannya?
Anak-anak hebat TDC memperingati Hari Anak Nasional dengan bermain macam-macam permainan tradisional. Ada enpat permainan yang dimainkan yaitu engklek, kelereng, bakiyak, dan gasing.
Permainan pertama yaitu gasing. Permainan ini diadakan di dalam ruangan. Anak-anak bergantian bertanding memutar gasing dalam tiga sesi. Pemenang pada setiap sesi akan bertanding kembali untuk merebutkan peringkat pertama, kedua dan ketiga. Gasing yang paling lama berputar dialah yang menangnya.
Permainan dilanjutkan di outdoor. Ada tiga permainan yang akan dimainkan di lapangan. Yang pertama yaitu permainan Lomba Bakiyak. Permainan berpasangan ini di mainkan dua kelompok. Permainan terbagi menjadi empat sesi. Setiap pemenang akan bertanding lagi untuk merbutkan juara satu.
Engklek menjadi permainan selanjutnya yang dimainkan. permainan ini mengandalkan ketangkasan yang juga melatih motorik anak.
Dan yang terakhir adalah Kelereng. Anak-anak berlomba menyelenting kelereng ke arah kelereng ditengah lingkaran. Anak yang mengenai kelereng paling banyak Dialah pemenangnya.
Selamat Hari Anak Nasional
Anak hebat, cerdas dengan caranya sendiri.





